Minggu, 17 Januari 2016

Berbicara dengan hati “wanita arang”




Hay wanita, apa yang sedang kau pikirkan? Berdiam tanpa arti di sudut ladang yang pasi. Aku tahu kau pasti sedang memikirkan dia. Dia yang membuatmu begini. Menjadikan mu wanita yang kehilagan semangatmu, kehilangan keceriaanmu, juga kehilangan hargadirimu.

Dan kenapa kau itu susah di bilangi, dia itu tidak baik untukmu “tidak dia itu baik” katamu, Dia itu hanya baik di awal saja, ketika mau mendapatkanmu. Dan ketika kau sudah di dapatkan kau akan di hempaskan. “tidak dia tidak begitu” elakmu, kalau dia baik dia tidak akan meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini. 

“Dia cinta dengan ku, buktinya dia mau menikah denganku” katamu, ia dia mau menikahimu karna dia telah membuncitkan perutmu. Dia itu terpaksa menikahimu “tidak dia tidak terpaksa, itu namanya jodoh” elakmu lagi. 

Bagai mana bisa kau biacara begitu, kalau dia memang laki-laki yang bertanggung jawab dia akan datang kerumahmu menemui ibumu, meminta maaf  dan menikahi kamu atas kesadarannya sendiri, bukan di cari-cari seperti buronan gitu.

“dia hanya sibuk saja” lagi lagi kau membela dia, kau ingat waktu dulu sebelum nikah kau sering di campakkan, dia datang saat dia butuh saja dan menghilang setelahnya. “tidak dia lagi sama teman-temannya saja”
            Ah memang kau susah untuk di bilangi, kemudian kau menangis “ia dia tidak cinta, aku yang sangat mencintai dia hingga aku tak mau kehilangannya” ungkapmu, akhirnya kau mengakuinya.
            Kenapa kau melakukan itu? dan kebodohan mu terbesar itu kau mau saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar