Jika kamu seorang pendaki pemula
atau kamu ingin
coba-coba mendaki bersama teman-temanmu. Ada
beberapa hal yang harus kamu perhatikan dan dihindari. Supaya perjalanan
pendakimu lancar sampai tujuan dan pulang dengan selamat sampai tempat awal. Maka
dari itu kamu perlu mengetahui pantangan-pantangan yang tak boleh di lakukan,
bukan hanya untukmu tapi juga untuk teman-teman sesama pendakimu..
- Dilarang membawa minuman beralkohol, senjata api, dan obat-obatan terlarang
Sebaiknya sebelum
mendaki di persiapkan segala sesuatunya, dari mulai makanan, minuman juga
obat-obatan. Pastikan semua diletakkan di tempat yang aman dan terpisah,
makanan sendiri, minuman di sisi berbeda dan obat-obatan di tempat wadah.
Jangan sampai minuman kamu tercampur dengan obat-obatan apalagi kamu membawa
alkohol 70% yang notabennya sebagai antiseptik untuk obat luar. Jika kamu salah
meletakkan alkohol dan terjadi kebocoran yang mengenai semua makanan atau
minuman kamu, bisa-bisa minuman yang kamu bawa akan tercambur dengan alkohol.
dan bisa jadi minuman kamu akan berubah nama jadi minuman beralkohol.
Kemudian kamu juga
tidak boleh membawa senjata api. Kalau di jabarkan, senjata dapat di artikan
sebagai alat, sedangkan api adalah sesuatu yang dapat membakar. Jadi bisa di artikan
senjata api adalah alat untuk membakar. jika kamu membawa senjata api di
dalam hutan, dan menggunakannya sembarangan bisa-bisa kamu dapat membakar
hutan. Maka berhati-hatilah.
Obat-obatan memang
perlu di bawa, untuk persiapan jika terjadi sesuatu saat mendaki. Tapi, kamu
harus mengetahui obat-obatan mana yang bisa kamu bawa apa tidak. Kamu bisa
melihat logo dalam kemasan obat jika ada tanda lingkran biru dengan garis tepi hitam artinya obat
bebas terbatas. Sedangkan simbol (K) dengan warna merah seperti pada gambar itu
artinya obat keras jadi kamu harus hati-hati menggunakannya. Jika ada tanda hijau itu artinya obat
aman yang bisa kamu bawa, tapi harus di pilih-pilih juga obat aman yang harus
kamu bawa, jangan sampai kamu membawa obat yang tidak perlu saat mendaki
seperti obat panu, obat pilek atau obat-obat lainnya.
- Dilarang menggunakan sandal saat mendaki. (gunakan sepatu atau sandal gunung yang memenuhi standart pendakian)
Gunung adalah medan
yang beralaskan tanah, lumpur, batu atau bahkan rerumputan, apa lagi saat musim
hujan seperti saat ini, Bisa membahayakan bagi pendaki gunung. Maka dari itu
sebaiknya kamu jangan menggunakan sandal untuk alas kaki mu saat mendaki.
Apalagi sandal Mely, swallow kamu dapat tergelincir. Ya kalau tergelincirnya ke
hatiku
nggak papa heheheh
- Dilarang bermesra-mesraan selama perjalanan
Pastinya kamu tidak
sendiri dalam mendaki. Ada teman, sahabat, pacar, suami, atau mantan pacar
#eichh. Bahkan kamu juga bisa ajak keluarga. Ah dengan siapapun itu yang pasti
mereka manusia dan sudah akhir balik (?)
Jika kamu mendaki
bersama pacar, suami atau siapapun itu dan disana ada temenmu yang jomblo alias
tidak memiliki pasangan. Maka, kamu dilarang bermesra-mesraan selama pejalanan.
Karna apa?, nanti temanmu bisa iri melihatmu. Yang lebih bahaya lagi bukan
hanya temanmu yang iri tapi semua makhluk yang ada disana seperti orang hutan
(orang yang berada dihutan) kan jadi tidak lucu jika orang utan ingin
bermesra-mesraan dan orang yang menjadi sasaran itu temanmu yang jomblo itu. Apa jadinya nanti! hahha
- Dilarang bermusuhan sesama teman
Mendakin membutuhkan
kekompakan, solidaritas, gotong royong, juga tenggang rasa (seperti pelajaran PKN).
Kebersamaan yang saling menguatkan sampai akhir perjalanan, bisa di peroleh
dari hati yang bersih dan jiwa yang kuat (?).
Ketidakuntungan yang
akan kamu dapatkan jika kamu bermusuhan dengan sesama pendaki ialah kamu akan disesatkan oleh
setan (?). setan itu ada dimana-mana, ada di saat kamu mendaki juga akan
mengintai kamu dan rombongan. Jika diantara kalian ada yang bermusuhan maka itu
adalah salah satu Jalan setan untuk membuat kalian hancur.
- Dilarang berwajah melas
Saat kamu mendaki,
jangan sekali-kali memasang wajah melas, hanya untuk menarik seseorang biar
merasa kasihan sama kamu. Berwajahlah sewajarnya sewajar hatimu menerima sakit
karna pengkhianatan, toh orang-orang juga nggak mau tau dengan urusan hatimu
#ah jadi curhat lagi . Kembali lagi ke masalah wajah, semua tahu kalau
mendaki itu butuh fisik yang kuat dan tenaga yang eksra. Dan bentuk lelah dari
seorang pendaki itu wajar, tapi jangan di luapkan ke ekspresi muka. Karna
kenapa? percuma saja kamu berwajah melas dan sok-sok merasa harus di kasihani,
karna semua orang pasti tak ada yang mau menggendong kamu sampai puncak. Jadi
hentikan hal-hal tersebut.
Dan demikian lah ulasan yang tidak bermutu. tapi, semoga dapat menghibur hati kamu yang lagi gundah. *Mungkin heheeh
P.S : mohon maaf
tulisan ini hanya untuk menghibur semata. mohon tidak di ambil hati :)






