Sabtu, 26 Maret 2016

5 PANTANGAN SAAT MENDAKI



            Jika kamu seorang pendaki pemula atau kamu ingin coba-coba mendaki bersama teman-temanmu. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dan dihindari. Supaya perjalanan pendakimu lancar sampai tujuan dan pulang dengan selamat sampai tempat awal. Maka dari itu kamu perlu mengetahui pantangan-pantangan yang tak boleh di lakukan, bukan hanya untukmu tapi juga untuk teman-teman sesama pendakimu..       
  • Dilarang membawa minuman beralkohol, senjata api, dan obat-obatan terlarang

Sebaiknya sebelum mendaki di persiapkan segala sesuatunya, dari mulai makanan, minuman juga obat-obatan. Pastikan semua diletakkan di tempat yang aman dan terpisah, makanan sendiri, minuman di sisi berbeda dan obat-obatan di tempat wadah. Jangan sampai minuman kamu tercampur dengan obat-obatan apalagi kamu membawa alkohol 70% yang notabennya sebagai antiseptik untuk obat luar. Jika kamu salah meletakkan alkohol dan terjadi kebocoran yang mengenai semua makanan atau minuman kamu, bisa-bisa minuman yang kamu bawa akan tercambur dengan alkohol. dan bisa jadi minuman kamu akan berubah nama jadi minuman beralkohol. 




Kemudian kamu juga tidak boleh membawa senjata api. Kalau di jabarkan, senjata dapat di artikan sebagai alat, sedangkan api adalah sesuatu yang dapat membakar. Jadi bisa di artikan senjata api adalah alat untuk membakar. jika kamu membawa senjata api di dalam hutan, dan menggunakannya sembarangan bisa-bisa kamu dapat membakar hutan. Maka berhati-hatilah. 



Obat-obatan memang perlu di bawa, untuk persiapan jika terjadi sesuatu saat mendaki. Tapi, kamu harus mengetahui obat-obatan mana yang bisa kamu bawa apa tidak. Kamu bisa melihat logo dalam kemasan obat jika ada tanda lingkran biru dengan garis tepi hitam artinya obat bebas terbatas. Sedangkan simbol (K) dengan warna merah seperti pada gambar itu artinya obat keras jadi kamu harus hati-hati menggunakannya. Jika ada tanda hijau itu artinya obat aman yang bisa kamu bawa, tapi harus di pilih-pilih juga obat aman yang harus kamu bawa, jangan sampai kamu membawa obat yang tidak perlu saat mendaki seperti obat panu, obat pilek atau obat-obat lainnya. 
 
  • Dilarang menggunakan sandal saat mendaki. (gunakan sepatu atau sandal gunung yang memenuhi standart pendakian)


Gunung adalah medan yang beralaskan tanah, lumpur, batu atau bahkan rerumputan, apa lagi saat musim hujan seperti saat ini, Bisa membahayakan bagi pendaki gunung. Maka dari itu sebaiknya kamu jangan menggunakan sandal untuk alas kaki mu saat mendaki. Apalagi sandal Mely, swallow kamu dapat tergelincir. Ya kalau tergelincirnya ke hatiku nggak papa heheheh

   



  • Dilarang bermesra-mesraan selama perjalanan

Pastinya kamu tidak sendiri dalam mendaki. Ada teman, sahabat, pacar, suami, atau mantan pacar #eichh. Bahkan kamu juga bisa ajak keluarga. Ah dengan siapapun itu yang pasti mereka manusia dan sudah akhir balik (?)
Jika kamu mendaki bersama pacar, suami atau siapapun itu dan disana ada temenmu yang jomblo alias tidak memiliki pasangan. Maka, kamu dilarang bermesra-mesraan selama pejalanan. Karna apa?, nanti temanmu bisa iri melihatmu. Yang lebih bahaya lagi bukan hanya temanmu yang iri tapi semua makhluk yang ada disana seperti orang hutan (orang yang berada dihutan) kan jadi tidak lucu jika orang utan ingin bermesra-mesraan dan orang yang menjadi sasaran itu temanmu yang jomblo itu. Apa jadinya nanti! hahha   



  • Dilarang bermusuhan sesama teman
Mendakin membutuhkan kekompakan, solidaritas, gotong royong, juga tenggang rasa (seperti pelajaran PKN). Kebersamaan yang saling menguatkan sampai akhir perjalanan, bisa di peroleh dari hati yang bersih dan jiwa yang kuat (?).
Ketidakuntungan yang akan kamu dapatkan jika kamu bermusuhan dengan sesama pendaki ialah kamu akan disesatkan oleh setan (?). setan itu ada dimana-mana, ada di saat kamu mendaki juga akan mengintai kamu dan rombongan. Jika diantara kalian ada yang bermusuhan maka itu adalah salah satu Jalan setan untuk membuat kalian hancur.  

  • Dilarang berwajah melas
Saat kamu mendaki, jangan sekali-kali memasang wajah melas, hanya untuk menarik seseorang biar merasa kasihan sama kamu. Berwajahlah sewajarnya sewajar hatimu menerima sakit karna pengkhianatan, toh orang-orang juga nggak mau tau dengan urusan hatimu #ah jadi curhat lagi . Kembali lagi ke masalah wajah, semua tahu kalau mendaki itu butuh fisik yang kuat dan tenaga yang eksra. Dan bentuk lelah dari seorang pendaki itu wajar, tapi jangan di luapkan ke ekspresi muka. Karna kenapa? percuma saja kamu berwajah melas dan sok-sok merasa harus di kasihani, karna semua orang pasti tak ada yang mau menggendong kamu sampai puncak. Jadi hentikan hal-hal tersebut.



Dan demikian lah ulasan yang tidak bermutu. tapi, semoga dapat menghibur hati kamu yang lagi gundah. *Mungkin heheeh


P.S : mohon maaf tulisan ini hanya untuk menghibur semata. mohon tidak di ambil hati :)


Kamis, 03 Maret 2016

TUHAN, IJINKAN AKU MENANGIS SEKALI LAGI DAN UNTUK TERAKHIR KALINYA



Tuhan, Bukannya aku tak percaya dengan takdirMu, bukan juga aku tak percaya dengan janjiMu. Aku hanya ingin menangis saja, meluapkan semua yang belum tuntas di terima hati.

Aku tau hari itu akan datang juga. Meski aku tak tahu kapan pastinya. Aku telah berusaha menikam waktu, Detik demi detik yang akan berganti dengan menit, menit pun berganti dengan jam, jam berganti hari, dan hari akan berganti bulan. Semua kunikmati suasana ini dengan kesakitan. Katanya waktu akan berputar pelan jika kita lagi sedih dan akan terasa cepat jika kita bahagia. Aku dengan sengaja menyampingkan kebahagianku sementara supaya waktu betah mengelayutiku, sebelum aku benar-benar siap dengan semuanya.


lihat gambar disini
Tuhan, aku tahu kebahagianku datangnya dari dalam diriku sendiri, aku juga tahu kesedihan orang lain tak bisa kuatur. Tapi, aku yakin Engkau tak pernah salah atur.

Yang aku takut-takutkan akhirnya datang juga. Rasanya ingin sekali menghentikan waktu dan mengulang semuanya yang terjadi saat kemarin. Sehingga tidak menjadikanku sebagai pengecut saat ini. Sungguh aku begitu takut menghadapi kenyataan yang harus ku jalani, aku takut sesuatu akan terulang lagi padaku seperti waktu itu. 

Tuhan, takdirku tidak tertukar kan? Coba deh cek lagi, Siapa tahu masih terselip. :) Kadang aku merasa konyol, mengharapkan yang tidak-tidak. Aku hanya bergurau, Tuhan. Aku yakin dengan seyakin-yakinnya kalau Engkau telah merencanakan takdir terbaikku. Bukankah Engkau seperti apa yang di prisangkakan hambaMu? (....)

Aku tak mau menyalahkan siapa-siapa. aku juga dia, hanya menjalankan semua sekenario yang telah Engkau gariskan. Tapi mengapa aku masih saja tak terima dengan apa yang terjadi padaku.


Tuhan, cukuplah sekian. Air mataku sudah mengering. Tapi ini membuatku lega bisa berbincang denganMu. Tuhan, mengapa Hujan menguyurku berkali-kali? seolah mengingatkanku bahwa kenangan akan datang sewaktu-waktu dan akan berlalu dengan beriringnya waktu, akupun tak bisa menghindarinya. Tolong bicaralah padanya tuhan, jangan terlalu sering mengguyurku dengan masa lalu #eichh 

Madiun, disaat terakhir kali aku menemukan senyummu (waktu itu) :(