Kamis, 03 Maret 2016

TUHAN, IJINKAN AKU MENANGIS SEKALI LAGI DAN UNTUK TERAKHIR KALINYA



Tuhan, Bukannya aku tak percaya dengan takdirMu, bukan juga aku tak percaya dengan janjiMu. Aku hanya ingin menangis saja, meluapkan semua yang belum tuntas di terima hati.

Aku tau hari itu akan datang juga. Meski aku tak tahu kapan pastinya. Aku telah berusaha menikam waktu, Detik demi detik yang akan berganti dengan menit, menit pun berganti dengan jam, jam berganti hari, dan hari akan berganti bulan. Semua kunikmati suasana ini dengan kesakitan. Katanya waktu akan berputar pelan jika kita lagi sedih dan akan terasa cepat jika kita bahagia. Aku dengan sengaja menyampingkan kebahagianku sementara supaya waktu betah mengelayutiku, sebelum aku benar-benar siap dengan semuanya.


lihat gambar disini
Tuhan, aku tahu kebahagianku datangnya dari dalam diriku sendiri, aku juga tahu kesedihan orang lain tak bisa kuatur. Tapi, aku yakin Engkau tak pernah salah atur.

Yang aku takut-takutkan akhirnya datang juga. Rasanya ingin sekali menghentikan waktu dan mengulang semuanya yang terjadi saat kemarin. Sehingga tidak menjadikanku sebagai pengecut saat ini. Sungguh aku begitu takut menghadapi kenyataan yang harus ku jalani, aku takut sesuatu akan terulang lagi padaku seperti waktu itu. 

Tuhan, takdirku tidak tertukar kan? Coba deh cek lagi, Siapa tahu masih terselip. :) Kadang aku merasa konyol, mengharapkan yang tidak-tidak. Aku hanya bergurau, Tuhan. Aku yakin dengan seyakin-yakinnya kalau Engkau telah merencanakan takdir terbaikku. Bukankah Engkau seperti apa yang di prisangkakan hambaMu? (....)

Aku tak mau menyalahkan siapa-siapa. aku juga dia, hanya menjalankan semua sekenario yang telah Engkau gariskan. Tapi mengapa aku masih saja tak terima dengan apa yang terjadi padaku.


Tuhan, cukuplah sekian. Air mataku sudah mengering. Tapi ini membuatku lega bisa berbincang denganMu. Tuhan, mengapa Hujan menguyurku berkali-kali? seolah mengingatkanku bahwa kenangan akan datang sewaktu-waktu dan akan berlalu dengan beriringnya waktu, akupun tak bisa menghindarinya. Tolong bicaralah padanya tuhan, jangan terlalu sering mengguyurku dengan masa lalu #eichh 

Madiun, disaat terakhir kali aku menemukan senyummu (waktu itu) :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar