Hay wanita, apa yang sedang kau pikirkan? Berdiam
tanpa arti di sudut ladang yang pasi. Aku tahu kau pasti sedang memikirkan dia.
Dia yang membuatmu begini. Menjadikan mu wanita yang kehilagan semangatmu,
kehilangan keceriaanmu, juga kehilangan hargadirimu.
Dan kenapa kau itu susah di bilangi, dia itu tidak
baik untukmu “tidak dia itu baik” katamu, Dia itu hanya baik di awal saja,
ketika mau mendapatkanmu. Dan ketika kau sudah di dapatkan kau akan di
hempaskan. “tidak dia tidak begitu” elakmu, kalau dia baik dia tidak akan
meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini.
“Dia cinta dengan ku, buktinya dia mau menikah
denganku” katamu, ia dia mau menikahimu karna dia telah membuncitkan perutmu. Dia
itu terpaksa menikahimu “tidak dia tidak terpaksa, itu namanya jodoh” elakmu
lagi.
Bagai mana bisa kau biacara begitu, kalau dia memang
laki-laki yang bertanggung jawab dia akan datang kerumahmu menemui ibumu,
meminta maaf dan menikahi kamu atas
kesadarannya sendiri, bukan di cari-cari seperti buronan gitu.
“dia hanya sibuk saja” lagi lagi kau membela dia,
kau ingat waktu dulu sebelum nikah kau sering di campakkan, dia datang saat dia
butuh saja dan menghilang setelahnya. “tidak dia lagi sama teman-temannya saja”
Ah memang kau susah untuk di
bilangi, kemudian kau menangis “ia dia tidak cinta, aku yang sangat mencintai
dia hingga aku tak mau kehilangannya” ungkapmu, akhirnya kau mengakuinya.
Kenapa kau melakukan itu? dan kebodohan
mu terbesar itu kau mau saja
