Minggu, 17 Januari 2016

tanpa pesan terakhir



Hujan tidak berhenti sejak ku tahu kau pergi. Butir-butirnya meninggalkan bekas muram di pipiku

hidup... terlalu singkat untuk cerita tentang kau dan aku

Kata ivan seventeen saat mendendangkan lagu “Tanpa Pesan Terakhir”

Memang benar hidup ini terlalu singkat untuk merangkai perjalanan kita, belum sampai di tempat tujuan tapi 
kita harus menyudahi petuangan ini. Bukankah kita telah setuju, menjalani perjalanan ini berdua dengan saling bergandengan, saling menguatkan, merangkai cerita ini sampai akhir? Tapi kenyataannya apa.

Kau pergi tanpa pesan terakhir dariku yang menyertaimu
Kau slslu ku kenang

Tak dapat berbuat apa-apa saat kau lepaskan gengaman tanganku, dan gerak punggugmu yang semakin menjauh. Maaf kan aku tak bisa tak bisa mengiringimu. Aku hanya bisa melihatmu melangkah menjauhiku.

Hingga.. bayangmupun tak mampu ku lihat lagi
Kini kau pergi jauh untuk selamanya

Perjalanan kita terhenti, saat kita temukan ada cabang yang berbeda. Dalam persimpangan jalan kau putuskan untuk berjalan sendiri. dan aku, aku hanya bisa diam melepasmu tanpa pesan, merelakan mu pergi tanpa bisa menyertaimu 

Saat kau langkahkan kakimu tuk tinggalkan ku
dan kau pergi jauh, Untuk selamanya


Aku tak bisa mengejarmu, yang bisa ku lakukan hanya menunggumu, menunggu mu saat kembali dengan luka atau dengan bahagia.

Ada yang hilang dalam hari-hariku
Saat tak bersamamu

Tak ada lagi bayangan tentangmu, meskipun hadirmu slalu ku tunggu. Haruskah ku salahkan diriku ini, yang tak mampu menghapus dirimu dan keluar dari masa lalu.

Kau slslu ku kenang dan slalu ku kenang
Dan slalu ku kenang

Diam-diam aku mengirimkan doa untukmu, dan semoga doa itu sampai kepadamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar