Hujan
tidak berhenti sejak ku tahu kau pergi. Butir-butirnya meninggalkan bekas muram
di pipiku
hidup...
terlalu singkat untuk cerita tentang kau dan aku
Kata
ivan seventeen saat mendendangkan lagu “Tanpa
Pesan Terakhir”
Memang
benar hidup ini terlalu singkat untuk merangkai perjalanan kita, belum sampai
di tempat tujuan tapi
kita harus menyudahi petuangan ini. Bukankah kita telah
setuju, menjalani perjalanan ini berdua dengan saling bergandengan, saling
menguatkan, merangkai cerita ini sampai akhir? Tapi kenyataannya apa.
Kau
pergi tanpa pesan terakhir dariku yang menyertaimu
Kau
slslu ku kenang
Tak
dapat berbuat apa-apa saat kau lepaskan gengaman tanganku, dan gerak punggugmu
yang semakin menjauh. Maaf kan aku tak bisa tak bisa mengiringimu. Aku hanya
bisa melihatmu melangkah menjauhiku.
Hingga..
bayangmupun tak mampu ku lihat lagi
Kini
kau pergi jauh untuk selamanya
Perjalanan
kita terhenti, saat kita temukan ada cabang yang berbeda. Dalam persimpangan
jalan kau putuskan untuk berjalan sendiri. dan aku, aku hanya bisa diam
melepasmu tanpa pesan, merelakan mu pergi tanpa bisa menyertaimu
Saat
kau langkahkan kakimu tuk tinggalkan ku
dan
kau pergi jauh, Untuk selamanya
Aku tak bisa mengejarmu, yang
bisa ku lakukan hanya menunggumu, menunggu mu saat kembali dengan luka atau
dengan bahagia.
Ada
yang hilang dalam hari-hariku
Saat
tak bersamamu
Tak ada lagi bayangan tentangmu,
meskipun hadirmu slalu ku tunggu. Haruskah ku salahkan diriku ini, yang tak
mampu menghapus dirimu dan keluar dari masa lalu.
Kau
slslu ku kenang dan slalu ku kenang
Dan
slalu ku kenang
Diam-diam
aku mengirimkan doa untukmu, dan semoga doa itu sampai kepadamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar