Kamis, 18 Februari 2016

UNTUKMU, SEMOGA TUHAN MENGABULKANNYA





Tuhan .. selamat pagi, aku telah menyelesaikan kewajiban dua rokaatku di pagi hari, dan semoga ini menjadi awal yang baik untuk aktifitasku hari ini ya!! Pagi ini udara panas, meski hujan datang semalaman. Aku tahu ini semua kehendakMu, Engkau sungguh Maha Kuasa atas Segalanya.

            Tuhan.... Engkau cukup tahu apa yang ada di dalam isi hatiku, kesedihanku akhir-akhir ini, yang menjadikanku selalu ingin menemuimu dalam sujud panjangku. Meskipun tak pernah ku temui diriMu. Aku selalu ingin berbincang denganMu, walaupun tak pernah ada jawaban dariMu. Meskipun Engkau tak pernah mengelap air yang menetes di pipiku, tapi Engkau selalu menyedikan tempat untukku bersandar. Aku tak perlu risau apakah Engkau mendengarkanku apa tidak, Karna yang aku tahu Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

            Tuhan... masih ingatkah Engkau dengan seseorang yang selama ini selalu aku sebut-sebut dalam doaku? Aku ingin membicarakan tentang dia, lagi-lagi tentang dia. Karna aku belum ingin berganti topik. Semoga Engkau tidak bosan Tuhan.

            Aku tahu perpisahan yang Engkau ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. Aku juga mengerti bahwa Engkau telah mempersiapkan seseorang yang lebih baik darinya, tapi bukan berarti aku tak boleh menyebut namanya dalam doaku, bukan?

            Nah,,, kalau yang ini, aku juga sudah tahu, Tuhan. Engkau telah mempersatukan mereka dalam ikatan yang lebih serius, tanpa jarak lagi. Dia telah memilih seseorang yang jauh lebih baik dariku, dan itu atas petunjukMu.  Atas alasan apapun aku harus ikut bahagia mendengar berita tersebut. karna itu, dia tak perlu menanggung kesedihanku. Seiring mendapatkan pendamping hidup, dia tak lagi kesepian, tak lagi sendirian. Dan tak lagi mendatangiku, yang hanya membuatku berharap padanya. Sungguh aku tak ingin dia merasa kesepian seperti apa yang kurasakan saat ini setelah kehilngan dia. Aku hanya ingin kebahagiannya terjamin olehMu dengan atau tanpa aku.

            Tuhan.. maafkan aku, jika aku masih sering menangis, dadaku sesak ketika tahu semuanya berlalu begitu cepat, dan fondasi yang ku bangun belum begitu kuat. Apalagi melihat dia bersanding dengan wanita yang dia pilih. Bukankah seharusnya aku ikut bahagi jika dia bahagia?, itu yang saat ini masih ku pelajari. Ternyata setiap manusia itu punya topengnya sendiri-sendiri. ia berganti-ganti sesuai peran yang dimainkan. Sedangkan aku belum cukup cerdas untuk memainkannya.



            Bagaimana ya kabarnya sekarang? Sudahkah rencana-rencananya tercapai? Bagaimana dengan pekerjaannya? Dan bagaimana juga dengan kesehatannya?! Ah aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu, dia sudah ada yang mengurus.

            Aku yakin dia sedang dalam titik bahagia bersama orang yang dicintainya. Dan tak lagi membutuhkanku, permintaan yang sama seperti kemarin Tuhan. Jagalah kebahagianan dia untukku. Senyumnya adalah segala yang ku harapkan. Bahkan aku rela menangis untuknya agar ada lengkungan senyum di bibirnya, aku rela melakukan apapun untuknya, tanpa melupakan rasa cintaku padaMu. Aku memang tak bisa menyentuhnya dalam jarak sejauh ini, tapi aku bisa memeluknya dalam doa.

            Akhir kata, aku tak minta dia pisah atau hubungannya segera kandas. Aku minta Engkau jaga kesehatannya, dia yang sering merasakan sakit diperutnya, pusing di kala kelelahan, dan demam. Segera engkau jauhkan. Apalagi dia tak suka minum obat dan suka begadang sampai larut malam. Semoga wanita yang menjadi pendamping hidupnya mengerti betul, kalau dia memang sedikit manja dan ingin dimanja. 

            Oh ya satu lagi Tuhan, dia tak suka olahraga dan banyak makan, jangan sampai dia terkena deabetes atau colesterol. Dia terlalu suka minum kopi dan jarang minum air putih. jaga hidupnya untukku, Tuhan. meski tak mungkin bersama tapi aku ingin dia baik-baik saja.

            Okay tuhan cukup sekian, untuk diriku aku hanya ingin bahagia, cukup itu saja. Semoga aku masih bisa curhat lagi besok.  

Madiun, disaat fajar menampakkan dirinya 04.55wib

BUKAN LAGI PUTRI TIDUR, YANG MENGHARAPKAN PANGERAN BERKUDA PUTIH DATANG



Kalau dulu kau suka mendongeng, akulah orang yang suka mendengarkan dongengmu. Kamu tau, aku itu orangnya suka tidur. Aku bisa menghabisakan waktu aktifku untuk tidur lima sampai enam jam pada siang hari. Maka dari itu kau pernah bilang aku ini putri tidur, hingga seorang pangeran datang dengan membawa kuda putih yang bisa membangunkan tidur ku. Dan saat itu aku berharap pangeran itu adalah kamu. 

Hariku ku penuhi khayalan tentang dirimu, tentang cara tuhan menyatukan kita, tentang cara tuhan menguji kita hingga akhirnya kita hidup bersama. Doa, cara ku menunjukkan pada tuhan kalau kau lah yang aku mau, hingga lidahku mulai lelah menyertakan namamu dalam setiap doa. Tapi ternyata Tuhan tak setuju dengan ide-ideku. Tuhan lebih suka kau dengan dia. Apa mungkin dia juga menyebut namamu dalam setiap doanya seperti apa yang ku lakukan? Tapi mengapa Tuhan lebih mengabulkan doanya dari pada doaku? Apa mungkin doanya lebih banyak, lebih khusu’? Ah itu urusan Tuhan.



 sumber gambar : http://driftingthrough.com/
 
Di Pikiranku hanya ada kamu, dan hanya satu kata yaitu KAMU. Mungkin Tuhan mengabulkan doa-doaku selama ini. Aku meminta supaya kau jadi pangeranku, dan itu benar. Kau adalah pangeranku yang selalu hadir dalam mimpi-mimpiku. Mimpi indah yang ku rangkai sendiri. tapi kau juga yang menghancurkan mimpi-mimpiku. Dan mulai saat itu, malamku menjadi gelap, malamku begitu lama berlalu, siangku yang tak menetu, kedatanganmu menjadi mimpi buruk bagiku. Seharusnya aku tak berdoa begitu, yang meminta tuhan untuk memberikanmu padaku. 

Tuhan telah membuka mata, hati dan pikiranku yang selama ini tertutup oleh pesonamu. Semua tentangmu telah di berikan padaku, tentang kebaikkanmu juga keburukanmu. Sehingga menjadikanku lebih berfikir lagi tentang keinginanku. Masih maukah aku memilikimu? Masih pantaskah kau ku perjuangkan dalam doaku? Pada akhirnya aku harus percaya kalau kau memang tak pantas untukku, aku juga harus bisa mengambil pelajaran dari semua itu dan lain kali aku akan berdoa yang terbaik saja untuk ku, tanpa ada namamu. Biarlah Tuhan yang menentukan siapa yang pantas untukku.

Rabu, 10 Februari 2016

Membabi sang babi

BABI, satu kata yang terdiri dari empat huruf yang terdiri dari huruf B, A, B dan I
Menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah babi/ba·bi/ n 1 binatang menyusui yang bermoncong panjang, berkulit tebal, dan berbulu kasar;
Meskipun sudah sering mendengarnya tapi sejatinya aku belum pernah melihat langsung hewan berkaki empat itu. Aku sempat berfikir dari mana orang-orang terdahulu menemukan kata itu dan menyematkan pada seekor hewan yang di cap haram bagi orang muslim itu.
Lain dari itu ada sebutan-sebutan lain yang mempunyai arti berbeda atau bahkan sejenisnya seperti; babi hutan, babi ngepet, mem-babi, babi imut dan jenis lainnya.
babi juga terkenal dimana-mana, bukan hanya dagingnya yang haram, tapi semua yang berhubungan dengan babi menjadi kontroversi. Dari mulai makanan, Tas, baju, dan akhir-akhir ini yang lagi heboh jilbab berbahan dari kain yang menggunakan gelatin babi.
Ah.. kenapa kau begitu terkenal? –aku menutup laptopku untuk menyudahi pencarianku tentang babi.
Gantiku buka handphone yang terpasang charger di atas meja. Ku buka pemberitahuan di layar depan, hastag #bagas akhir-akhir ini namamu sering muncul di media sosoial. Seperti babi saja yang diomongin di sana sini—aku tersenyum tipis membayangkanmu.
Persis sekali, kau itu bukan artis tapi mengapa kau jadi terkenal, banyak yang membicarakanmu di facebook lah di twitter apa lagi. Apa dagingmu juga dimanfaatkan seperti babi? Ah ,, aku terlalu mengkhayal.
Aku tahu sosok mu menjadi idola di sekolah ini, tetle mu menjadi ketua osis sangat berpengaruh dalam ketenaranmu, apa lagi bagi murit-murit baru sepertiku. Badan tinggi, kekar, rambut hitam yang tak pernah kau biarkan berantakan, juga pakaianmu yang selalu rapi. Kau memang membawa kesejukan saat memandangmu.
Kau juga pandai dan baik hati. “hati-hati di jalan ya?” katamu saat menyapaku di depan gerbang sekolah. Aku hanya tersenyum , terpesona dengan dirimu. Baru kali ini aku mendapati kakak kelas yang begitu perhatian dengan adek kelasnya. Hatiku bahagia sekali saat itu, pikiranku mulai mengusik jangan-jangan kamu suka padaku?
aku terus mengagumimu, dan membiarkan otakku mencari pembenaran tentang dirimu. 

 



Hari itu berganti, aku mendapati dirimu yang berjalan bersama seorang perempuan cantik berambut panjang, kau mengambil motor yang sering kau kendarai dan meminta perempuan itu untuk naik di atas motor mu. kemudia kau menyalakan mesin dan berlalu. kau nampak bahagia sekali, bahkan aku yang berdiri disampingmu saja kau hiraukan. apa mungkin kau tak melihatku?
"wahh ,, kak bagas cocok ya sama kak naura" kata salah satu murit yang lewat di depanku.
"ooo jadi mereka pacaran?" tanya temannya
aku mengikuti mereka sampai di gerbang depan untuk mendapat informasi tentang kak bagas.
 ooo jadi dia pacaran... okay lah cukup tahu saja, tentang dirimu. ternyata tak beda dengan seekor babi, yang hanya baik diluarnya saja, di dalamnya sama-sama tak halah; eh bukannya manusia itu memnag tak bisa di makan?

kau seperti babi bermulut manis