Tuhan .. selamat pagi, aku telah menyelesaikan
kewajiban dua rokaatku di pagi hari, dan semoga ini menjadi awal yang baik
untuk aktifitasku hari ini ya!! Pagi ini udara panas, meski hujan datang
semalaman. Aku tahu ini semua kehendakMu, Engkau sungguh Maha Kuasa atas
Segalanya.
Tuhan.... Engkau cukup tahu apa yang
ada di dalam isi hatiku, kesedihanku akhir-akhir ini, yang menjadikanku selalu
ingin menemuimu dalam sujud panjangku. Meskipun tak pernah ku temui diriMu. Aku
selalu ingin berbincang denganMu, walaupun tak pernah ada jawaban dariMu. Meskipun
Engkau tak pernah mengelap air yang menetes di pipiku, tapi Engkau selalu
menyedikan tempat untukku bersandar. Aku tak perlu risau apakah Engkau
mendengarkanku apa tidak, Karna yang aku tahu Engkau Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
Tuhan... masih ingatkah Engkau
dengan seseorang yang selama ini selalu aku sebut-sebut dalam doaku? Aku ingin
membicarakan tentang dia, lagi-lagi tentang dia. Karna aku belum ingin berganti
topik. Semoga Engkau tidak bosan Tuhan.
Aku tahu perpisahan yang Engkau
ciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. Aku juga mengerti bahwa Engkau
telah mempersiapkan seseorang yang lebih baik darinya, tapi bukan berarti aku
tak boleh menyebut namanya dalam doaku, bukan?
Nah,,, kalau yang ini, aku juga
sudah tahu, Tuhan. Engkau telah mempersatukan mereka dalam ikatan yang lebih
serius, tanpa jarak lagi. Dia telah memilih seseorang yang jauh lebih baik
dariku, dan itu atas petunjukMu. Atas
alasan apapun aku harus ikut bahagia mendengar berita tersebut. karna itu, dia
tak perlu menanggung kesedihanku. Seiring mendapatkan pendamping hidup, dia tak
lagi kesepian, tak lagi sendirian. Dan tak lagi mendatangiku, yang hanya
membuatku berharap padanya. Sungguh aku tak ingin dia merasa kesepian seperti
apa yang kurasakan saat ini setelah kehilngan dia. Aku hanya ingin
kebahagiannya terjamin olehMu dengan atau tanpa aku.
Tuhan.. maafkan aku, jika aku masih
sering menangis, dadaku sesak ketika tahu semuanya berlalu begitu cepat, dan
fondasi yang ku bangun belum begitu kuat. Apalagi melihat dia bersanding dengan
wanita yang dia pilih. Bukankah seharusnya aku ikut bahagi jika dia bahagia?,
itu yang saat ini masih ku pelajari. Ternyata setiap manusia itu punya
topengnya sendiri-sendiri. ia berganti-ganti sesuai peran yang dimainkan.
Sedangkan aku belum cukup cerdas untuk memainkannya.
Bagaimana ya kabarnya sekarang?
Sudahkah rencana-rencananya tercapai? Bagaimana dengan pekerjaannya? Dan
bagaimana juga dengan kesehatannya?! Ah aku tak terlalu ingin mengurusi hal
itu, dia sudah ada yang mengurus.
Aku yakin dia sedang dalam titik
bahagia bersama orang yang dicintainya. Dan tak lagi membutuhkanku, permintaan
yang sama seperti kemarin Tuhan. Jagalah kebahagianan dia untukku. Senyumnya
adalah segala yang ku harapkan. Bahkan aku rela menangis untuknya agar ada
lengkungan senyum di bibirnya, aku rela melakukan apapun untuknya, tanpa
melupakan rasa cintaku padaMu. Aku memang tak bisa menyentuhnya dalam jarak
sejauh ini, tapi aku bisa memeluknya dalam doa.
Akhir kata, aku tak minta dia pisah
atau hubungannya segera kandas. Aku minta Engkau jaga kesehatannya, dia yang
sering merasakan sakit diperutnya, pusing di kala kelelahan, dan demam. Segera
engkau jauhkan. Apalagi dia tak suka minum obat dan suka begadang sampai larut
malam. Semoga wanita yang menjadi pendamping hidupnya mengerti betul, kalau dia
memang sedikit manja dan ingin dimanja.
Oh ya satu lagi Tuhan, dia tak suka
olahraga dan banyak makan, jangan sampai dia terkena deabetes atau colesterol. Dia terlalu suka
minum kopi dan jarang minum air putih. jaga hidupnya untukku, Tuhan. meski tak mungkin bersama tapi aku ingin dia baik-baik saja.
Okay tuhan cukup sekian, untuk
diriku aku hanya ingin bahagia, cukup itu saja. Semoga aku masih bisa curhat
lagi besok.
Madiun, disaat fajar menampakkan dirinya 04.55wib
Madiun, disaat fajar menampakkan dirinya 04.55wib


Tidak ada komentar:
Posting Komentar