Rabu, 10 Februari 2016

Membabi sang babi

BABI, satu kata yang terdiri dari empat huruf yang terdiri dari huruf B, A, B dan I
Menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah babi/ba·bi/ n 1 binatang menyusui yang bermoncong panjang, berkulit tebal, dan berbulu kasar;
Meskipun sudah sering mendengarnya tapi sejatinya aku belum pernah melihat langsung hewan berkaki empat itu. Aku sempat berfikir dari mana orang-orang terdahulu menemukan kata itu dan menyematkan pada seekor hewan yang di cap haram bagi orang muslim itu.
Lain dari itu ada sebutan-sebutan lain yang mempunyai arti berbeda atau bahkan sejenisnya seperti; babi hutan, babi ngepet, mem-babi, babi imut dan jenis lainnya.
babi juga terkenal dimana-mana, bukan hanya dagingnya yang haram, tapi semua yang berhubungan dengan babi menjadi kontroversi. Dari mulai makanan, Tas, baju, dan akhir-akhir ini yang lagi heboh jilbab berbahan dari kain yang menggunakan gelatin babi.
Ah.. kenapa kau begitu terkenal? –aku menutup laptopku untuk menyudahi pencarianku tentang babi.
Gantiku buka handphone yang terpasang charger di atas meja. Ku buka pemberitahuan di layar depan, hastag #bagas akhir-akhir ini namamu sering muncul di media sosoial. Seperti babi saja yang diomongin di sana sini—aku tersenyum tipis membayangkanmu.
Persis sekali, kau itu bukan artis tapi mengapa kau jadi terkenal, banyak yang membicarakanmu di facebook lah di twitter apa lagi. Apa dagingmu juga dimanfaatkan seperti babi? Ah ,, aku terlalu mengkhayal.
Aku tahu sosok mu menjadi idola di sekolah ini, tetle mu menjadi ketua osis sangat berpengaruh dalam ketenaranmu, apa lagi bagi murit-murit baru sepertiku. Badan tinggi, kekar, rambut hitam yang tak pernah kau biarkan berantakan, juga pakaianmu yang selalu rapi. Kau memang membawa kesejukan saat memandangmu.
Kau juga pandai dan baik hati. “hati-hati di jalan ya?” katamu saat menyapaku di depan gerbang sekolah. Aku hanya tersenyum , terpesona dengan dirimu. Baru kali ini aku mendapati kakak kelas yang begitu perhatian dengan adek kelasnya. Hatiku bahagia sekali saat itu, pikiranku mulai mengusik jangan-jangan kamu suka padaku?
aku terus mengagumimu, dan membiarkan otakku mencari pembenaran tentang dirimu. 

 



Hari itu berganti, aku mendapati dirimu yang berjalan bersama seorang perempuan cantik berambut panjang, kau mengambil motor yang sering kau kendarai dan meminta perempuan itu untuk naik di atas motor mu. kemudia kau menyalakan mesin dan berlalu. kau nampak bahagia sekali, bahkan aku yang berdiri disampingmu saja kau hiraukan. apa mungkin kau tak melihatku?
"wahh ,, kak bagas cocok ya sama kak naura" kata salah satu murit yang lewat di depanku.
"ooo jadi mereka pacaran?" tanya temannya
aku mengikuti mereka sampai di gerbang depan untuk mendapat informasi tentang kak bagas.
 ooo jadi dia pacaran... okay lah cukup tahu saja, tentang dirimu. ternyata tak beda dengan seekor babi, yang hanya baik diluarnya saja, di dalamnya sama-sama tak halah; eh bukannya manusia itu memnag tak bisa di makan?

kau seperti babi bermulut manis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar