Sore yang dingin di musim kemarau, tak ada hujan tapi ada kegaduhan
di langit sana, lampu padam. aku terdampar di kamar yang hampa cahaya.
Hay, apa kabar kamu?
Akhir-akhir ini aku gelisah ketika
memikirkanmu. Seneng, kagum, bahagia, kecewa, benci, marah dan rindu.
Rasanya ingin mengembalikan diriku sepertu dulu, sebelum mengenal
dirimu. Ralat; sebelum kau masuk dalam hidupku. Karna sejak mengenalmu
hidupku baik-baik saja dan ketika kau menyusup di antara ruang hatiku,
kau memberi nuansa yang berbeda. Entahlah! aku tak tahu mengapa aku jadi
begini, hatiku terasa begetar saat menyebut namamu. Kau selalu
tawarkanku dengan segudang harapan tanpa kepastian.
Aku
sedang berusaha menguatkan hati, menyiapkan diri menghadapi situasi
terberatku. Kau tau itu? ya, apalagi kalu bukan melihatmu bersanding
dengannya. Maka dari itu aku perlu melatih hati ku untuk terbiasa
melihatmu dengan dia
Lagi apa kau? Aku membayangkan
kau sedang duduk bersamanya di pelaminan. Lihat, aku melambaikan
tangan, Kau lihat? Aku menepati janjiku bukan. Apakah saat ini kau
tengah tersenyum lebar dengan mata berbinar? Maafkan aku tak bisa
menyalamimu dan berucap ‘selamat’. Meski aku ingin sekali, tetapi belum
untuk saat ini. Aku akan selipkan salamku lewat doa dan semoga kau
bahagia dengannya. Jangan lupa doakanlah juga aku.
Okay.. aku pergi, Kini saatnya aku membungkus sayap-sayap itu dan mengantinya dengan cerita baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar