Senin, 28 Desember 2015

MEMBUNGKUS KENANGAN

Sore yang dingin di musim kemarau, tak ada hujan tapi ada kegaduhan di langit sana, lampu padam. aku terdampar di kamar yang hampa cahaya. Hay, apa kabar kamu?

Akhir-akhir ini aku gelisah ketika memikirkanmu. Seneng, kagum, bahagia, kecewa, benci, marah dan rindu. Rasanya ingin mengembalikan diriku sepertu dulu, sebelum mengenal dirimu. Ralat; sebelum kau masuk dalam hidupku. Karna sejak mengenalmu hidupku baik-baik saja dan ketika kau menyusup di antara ruang hatiku, kau memberi nuansa yang berbeda. Entahlah! aku tak tahu mengapa aku jadi begini, hatiku terasa begetar saat menyebut namamu. Kau selalu tawarkanku dengan segudang harapan tanpa kepastian.

Aku sedang berusaha menguatkan hati, menyiapkan diri menghadapi situasi terberatku. Kau tau itu? ya, apalagi kalu bukan melihatmu bersanding dengannya. Maka dari itu aku perlu melatih hati ku untuk terbiasa melihatmu dengan dia

Lagi apa kau? Aku membayangkan kau sedang duduk bersamanya di pelaminan. Lihat, aku melambaikan tangan, Kau lihat? Aku menepati janjiku bukan. Apakah saat ini kau tengah tersenyum lebar dengan mata berbinar? Maafkan aku tak bisa menyalamimu dan berucap ‘selamat’. Meski aku ingin sekali, tetapi belum untuk saat ini. Aku akan selipkan salamku lewat doa dan semoga kau bahagia dengannya. Jangan lupa doakanlah juga aku.

Okay.. aku pergi, Kini saatnya aku membungkus sayap-sayap itu dan mengantinya dengan cerita baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar